Dengan selalu bersyukur dan berdoa kepada Tuhan, kita dengan bisnis HDI bisa menjadi berkat bagi orang lain yang ingin mempunyai pendapatan yang baik dan kesehatan yang prima.
Sejak dulu saya ingin mempunyai pekerjaan yang suatu saat nanti bisa memiliki kebebasan.
Iya, benar... kebebasan! Maksud saya yaitu suatu pekerjaan di mana saya bebas untuk melakukannya tanpa selalu disuruh oleh atasan.
Profesi saya adalah fotografer di studio foto yang cukup terkenal di salah satu mall di Surabaya.
Setelah 3 kali dipresentasi dan sponsor saya memang sangat baik hatinya, akhirnya saya bergabung juga menjadi Enterpriser HDI.
Saya pulang ke kota kelahiran yaitu di Malang, dan mengerjakan bisnis HDI semampunya. Yang bisa saya lakukan waktu itu adalah berjualan produk-produk HDI yang memang luar biasa khasiatnya! Sampai pada suatu titik, saya merasa lelah berjualan sendiri.
Upline saya waktu itu mengatakan, “Haris, kamu bisa bertanya dan minta bantuan kepada pak Julianto untuk menjalankan bisnis ini.” Karena pada saat itu pak Jul datang sebulan sekali untuk mengembangkan bisnis HDI di kota Malang.
Dengan bimbingan dan ketelatenan para upline, saya yang mempunyai sifat keras kepala berubah menjadi lebih baik dengan pelatihan Billionaires Support System. Pelatihan tersebut berupa 4M: Membaca Buku, Mendengarkan CD Audio, Melihat Video, Menghadiri Pertemuan yang diadakan Billionaires seperti: 5 Training Dasar , Convention, BMW, BEST, BIG, dan sebagainya.
Ibarat mengerjakan suatu bisnis, pertama kali saya hanya menggunakan otot (bekerja keras), kemudian saya juga harus memakai otak (bekerja cerdas). Belajar dan menyenangi kegiatan-kegiatan yang ada di bisnis ini juga sangat penting.
Misalnya, kita juga harus bisa menghadapi complain, baik itu dari downline, customer, maupun prospek. Untuk rekan kerja yang baru, kita sebagai upline harus bisa mengarahkan mereka untuk membaca buku-buku, CD Audio / Video dasar dan pertemuan-pertemuan.
Tiga tahun jatuh-bangun mengerjakan bisnis ini, saya mulai bisa membeli mobil karena pendapatan yang mulai membesar. Kemudian saya juga membeli rumah di Surabaya, dan setiap tahun saya mendapat trip jalan-jalan keluar negeri dari HDI... luar biasa. Puji Tuhan!
Dengan selalu bersyukur dan berdoa kepada Tuhan, kita dengan bisnis HDI bisa menjadi berkat bagi orang lain yang ingin mempunyai pendapatan yang baik dan kesehatan yang prima. Selain itu, Sekolah SMA Selamat Pagi Indonesia di kota Batu sudah terwujud dengan jiwa sosial dari para Enterpriser HDI di seluruh nusantara.
Terima kasih kepada Mr. Peter Chia yang sudah membawa bisnis ini ke Indonesia dan juga kepada Mr. Brandon Chia dan seluruh staf/karyawan yang selalu mendukung enterpriser HDI. Akhir kata, saya ucapkan: “Jangan menjadi orang rata-rata, jadilah orang yang luar biasa bersama bisnis HDI. Sampai jumpa di puncak kejayaan!” Go Royal Crown!
Salam sehat dan sejahtera, Haris Chandra Dharmono dan Sandra Kusuma.
Iya, benar... kebebasan! Maksud saya yaitu suatu pekerjaan di mana saya bebas untuk melakukannya tanpa selalu disuruh oleh atasan.
Profesi saya adalah fotografer di studio foto yang cukup terkenal di salah satu mall di Surabaya.
Setelah 3 kali dipresentasi dan sponsor saya memang sangat baik hatinya, akhirnya saya bergabung juga menjadi Enterpriser HDI.
Saya pulang ke kota kelahiran yaitu di Malang, dan mengerjakan bisnis HDI semampunya. Yang bisa saya lakukan waktu itu adalah berjualan produk-produk HDI yang memang luar biasa khasiatnya! Sampai pada suatu titik, saya merasa lelah berjualan sendiri.
Upline saya waktu itu mengatakan, “Haris, kamu bisa bertanya dan minta bantuan kepada pak Julianto untuk menjalankan bisnis ini.” Karena pada saat itu pak Jul datang sebulan sekali untuk mengembangkan bisnis HDI di kota Malang.
Dengan bimbingan dan ketelatenan para upline, saya yang mempunyai sifat keras kepala berubah menjadi lebih baik dengan pelatihan Billionaires Support System. Pelatihan tersebut berupa 4M: Membaca Buku, Mendengarkan CD Audio, Melihat Video, Menghadiri Pertemuan yang diadakan Billionaires seperti: 5 Training Dasar , Convention, BMW, BEST, BIG, dan sebagainya.
Ibarat mengerjakan suatu bisnis, pertama kali saya hanya menggunakan otot (bekerja keras), kemudian saya juga harus memakai otak (bekerja cerdas). Belajar dan menyenangi kegiatan-kegiatan yang ada di bisnis ini juga sangat penting.
Misalnya, kita juga harus bisa menghadapi complain, baik itu dari downline, customer, maupun prospek. Untuk rekan kerja yang baru, kita sebagai upline harus bisa mengarahkan mereka untuk membaca buku-buku, CD Audio / Video dasar dan pertemuan-pertemuan.
Tiga tahun jatuh-bangun mengerjakan bisnis ini, saya mulai bisa membeli mobil karena pendapatan yang mulai membesar. Kemudian saya juga membeli rumah di Surabaya, dan setiap tahun saya mendapat trip jalan-jalan keluar negeri dari HDI... luar biasa. Puji Tuhan!
Dengan selalu bersyukur dan berdoa kepada Tuhan, kita dengan bisnis HDI bisa menjadi berkat bagi orang lain yang ingin mempunyai pendapatan yang baik dan kesehatan yang prima. Selain itu, Sekolah SMA Selamat Pagi Indonesia di kota Batu sudah terwujud dengan jiwa sosial dari para Enterpriser HDI di seluruh nusantara.
Terima kasih kepada Mr. Peter Chia yang sudah membawa bisnis ini ke Indonesia dan juga kepada Mr. Brandon Chia dan seluruh staf/karyawan yang selalu mendukung enterpriser HDI. Akhir kata, saya ucapkan: “Jangan menjadi orang rata-rata, jadilah orang yang luar biasa bersama bisnis HDI. Sampai jumpa di puncak kejayaan!” Go Royal Crown!
Salam sehat dan sejahtera, Haris Chandra Dharmono dan Sandra Kusuma.

COMMENTS